Prisoner's Dilemma (Dilema Narapidana) adalah salah satu contoh paling terkenal dalam teori permainan. Paradox ini mengilustrasikan bagaimana dua individu yang rasional dapat membuat keputusan yang pada akhirnya merugikan kedua belah pihak, meskipun terdapat pilihan yang lebih menguntungkan jika mereka bekerja sama.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950 oleh matematikawan Inggris A. C. Clarke, tetapi menjadi populer lewat karya ilmuwan ekonomi John von Neumann dan John Nash. Nama Prisoner's Dilemma muncul dari sebuah skenario fiksi yang melibatkan dua narapidana yang ditangkap karena melakukan kejahatan bersama.
Misalkan dua tersangka, A dan B, ditangkap karena pencurian. Polisi tidak memiliki cukup bukti untuk menghukum mereka dengan tuduhan utama, sehingga menawari masing masing:
Setiap narapidana tidak dapat berkomunikasi dengan yang lain. Apa yang sebaiknya mereka lakukan?
Dalam konteks ini, strategi yang paling rasional secara individual adalah mengaku, karena hasilnya lebih baik atau setidaknya sama dalam semua kemungkinan:
Karena kedua narapidana berpikir demikian, hasil yang paling mungkin terjadi adalah keduanya mengaku dan masing masing menerima 5 tahun penjara. Ini jelas lebih buruk daripada hasil kooperatif (1 tahun masing masing) yang dapat dicapai bila keduanya tetap diam.
Paradox muncul karena keputusan yang rasional secara individu menghasilkan hasil kolektif yang tidak optimal. Dengan kata lain, kepentingan pribadi bertentangan dengan kepentingan bersama.
Prisoner's Dilemma tidak hanya terbatas pada kasus hukum; ia muncul dalam banyak bidang:
Beberapa varian menambahkan faktor-faktor seperti komunikasi, reputasi, atau iterasi (permainan berulang). Dalam Iterated Prisoner's Dilemma, pemain berkesempatan mengulang permainan berkali kali, memungkinkan strategi tit for tat (meniru tindakan lawan) menjadi efektif.
Dilema ini menantang asumsi klasik tentang rasionalitas individual. Ia menyoroti pentingnya institusi, aturan, dan norma yang dapat mengubah insentif sehingga kooperasi menjadi strategi yang lebih menguntungkan.
Prisoner's Dilemma Paradox adalah alat konseptual yang kuat untuk memahami ketegangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama. Dengan mempelajari pola ini, individu, perusahaan, dan pemerintah dapat merancang kebijakan atau mekanisme yang mendorong kolaborasi, mengurangi konflik, dan meningkatkan kesejahteraan kolektif.