Pole and Barn Paradox (Paradox Tiang dan Gudang) adalah salah satu contoh paling terkenal dalam relativitas khusus yang memperlihatkan bagaimana kontraksi panjang (length contraction) dapat menyebabkan kebingungan intuitif bila dua kerangka acuan bergerak relatif satu sama lain. Pada dasarnya, paradoks ini menanyakan: Bagaimana sebuah tiang yang lebih panjang dari sebuah gudang dapat masuk seluruhnya ke dalam gudang jika keduanya bergerak relatif satu sama lain?
Misalkan terdapat gudang dengan panjang Lg = 10 m dan tiang dengan panjang Lt = 12 m. Kedua benda berada pada keadaan istirahat relatif terhadap pengamat bumi. Menurut hukum kontraksi panjang, bila tiang bergerak dengan kecepatan v mendekati kecepatan cahaya, panjangnya yang terukur dalam kerangka gudang menjadi:
L = Lt / dengan = 1/ (1 v /c )
Jika = 1.5, maka L = 12/1.5 = 8 m. Karena L < Lg, pengamat di dalam gudang menyimpulkan bahwa tiang dapat masuk seluruhnya ke dalam gudang pada suatu saat.
Dari perspektif pengamat yang bergerak bersama tiang, keadaan berubah. Gudang bergerak dengan kecepatan -v, sehingga panjang gudang yang terukur menjadi L = Lg/ = 10/1.5 6,7 m. Karena L < Lt, pengamat di tiang melihat bahwa tiang tidak dapat masuk sepenuhnya; pada saat yang sama hanya sebagian tiang yang berada di dalam gudang.
Penyelesaian bergantung pada konsep simultanitas dalam relativitas khusus. Kedua pengamat tidak sepakat tentang apa yang terjadi pada saat yang sama . Apa yang dianggap simultan oleh pengamat di gudang (seluruh tiang berada dalam gudang pada satu waktu) tidak simultan bagi pengamat di tiang. Kedua pernyataan itu benar dalam kerangka masing masing tanpa menimbulkan kontradiksi karena tidak ada peristiwa fisik yang sama yang ditentukan secara simultan di kedua kerangka.
Gunakan diagram ruang waktu (Minkowski diagram). Dua peristiwa penting:
Menurut pengamat di gudang, peristiwa A dan B terjadi pada waktu yang berbeda namun dipilih sehingga pada suatu t tertentu keduanya berada di dalam. Sementara dalam kerangka tiang, garis simultan (garis horisontal) berbeda; pada saat yang sama (menurut tiang) tidak ada titik di mana kedua ujung tiang berada dalam gudang. Tidak ada pelanggaran kausalitas karena peristiwa A dan B tetap memiliki urutan waktu yang sama (A terjadi sebelum B) di semua kerangka.
Paradox ini menyoroti tiga poin penting:
Ambil v = 0,8c. Maka = 1/ (1 0,64) 1,667.
Jika Anda menggambar diagram dunia garis, Anda akan melihat pertemuan garis dunia ujung tiang dengan pintu gudang terjadi pada koordinat yang berbeda dalam masing masing sistem koordinat, sehingga tidak ada kontradiksi.
Pole and Barn Paradox memperlihatkan betapa intuisi harian (yang berbasis pada relativitas Newtonian) gagal ketika kecepatan mendekati cahaya. Dengan menekankan relativitas simultanitas dan kontraksi panjang, paradoks ini menegaskan konsistensi teori relativitas khusus dan mengilustrasikan pentingnya transformasi Lorentz dalam menghubungkan pengamatan antar kerangka.